Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, BEKASI - Ramadan hampir berakhir, ikhtiar untuk meramaikan sekaligus menebar kebaikan di bulan suci ini pun terus disemarakkan. Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan program pemberdayaan ekonomi “Madrasah Entrepreneur” bagi para pemuda di Kota Bekasi.

Mengawali kegiatan ini, Yayasan Ukhuwah (U-Care) Kota Bekasi bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar Seminar Kewirausahaan yang bertajuk “#2019JadiPengusaha”. Acara tersebut diselenggarakan di Binaul Ummah, Margahayu, Bekasi timur, Ahad (3/6).

Anwar selaku Ketua U-Care menuturkan, Madrasah Entrepreneur ini ditargetkan melahirkan 1.000 Pengusaha baru di Kota Bekasi. Semua akan dibina, bila layak akan diberikan permodalan.

 

Seminar kewirausahaan ini menghadirkan pengusaha-pengusaha sukses yang siap berbagi ilmu. Salah satunya adalah Pendiri PT. Saratoga Invetama Sedaya, Sandiaga Solahudin Uno, yang juga merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Seminar yang digelar selama empat jam tersebut disambut antusias oleh para calon pengusaha muda Bekasi.

Sandiaga Uno menjelaskan bagaimana perkembangan wirausahawan di Indonesia. Ia juga memaparkan contoh para wirausahawan yang merintis usahanya hingga meraih kesuksesan.

Selain itu, Sandiaga Uno juga menegaskan bahwa dalam berwirausaha bukan uang atau modal sebagai syarat utama. Tetapi, tekad dan keberanian untuk memulai berwirausaha juga memiliki peran yang sangat penting.

 

“Pengusaha itu selalu aktif menjemput bola, tidak menunggu bola,” tutur Sandi.

Seminar kewirausaan ini juga menghadirkan A Baidillah Barra (Sociopreneur – Pimpinan Binaul Ummah), M. Anwar (Ketua U-Care), M. Assad (Owner Tamasa_id), Atina (Owner Vanilla Hijab), Arief Yasir Rahman (CEO Java Travel), Erwin (Ketua Komunitas White Car), Bunda Laksmi (Pembina Alisa Khodijah ICMI), Ivana Indriany (Owner Ivana Cake), Ray Fatah (Owner Ravy26House) dan Deni Ardini (Owner OlehOlehBekasi.co.id)

Senior Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT) Imam Akbari menyambut antusias terlaksananya kegiatan ini. 

“Madrasah Entrepreneur merupakan program berkelanjutan, sesuai visinya maka ACT mendukung upaya-upaya pemberdayaan dan pemandirian masyarakat dengan penciptaan entrepreneur baru berhati langit yang punya visi filantropi dan kemanusiaan. Ini secara efek domino akan menciptakan lapangan kerja yang berujung pada peningkatan perekonomian bangsa dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Imam Akbari.

 

Ajak perusahaan berwakaf

Salah satu dari upaya-upaya tersebut, menurut Imam, adalah dengan pengenalan wakaf sebagai instrumen filantropi Islam terhadap para pengusaha. Hal ini mengingat besarnya peran wakaf pada kesejahteraan masyarakat. 

“Wakaf itu lebih daripada ibadah kepada Allah. Filantropi Islam ini juga telah lama menjadi penggerak energi produktivitas umat,” ungkapnya.

Turut menjabat sebagai Presiden Global Wakaf - ACT, Imam mengaku cukup banyak pengusaha Muslim yang kini berlomba-lomba untuk mewakafkan hartanya, baik dalam bentuk tunai maupun saham.

“Di Global Wakaf, kami ada Global Corporation (GWC), holding company yang mengelola saham wakaf perusahaan-perusahaan (wakif). Aset wakaf ini kami kelola dan optimalkan. Hasil dari pengelolaan saham wakaf inilah yang akan disalurkan ke maukuf alaih (penerima manfaat),” jelas Imam.

Ia menambahkan, berbagai bentuk support pun diberikan bagi perusahaan yang berwakaf saham di GWC dengan tujuan pengembangan dan pemandirian perusahaan. Sehingga, perusahaan tersebut terus bergerak dan meluaskan manfaat wakaf. []