Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, ACEH JAYA - “Prinsip hidup saya, kita di dunia ini hanya sementara. Untuk apa berlebih-lebihan? Selagi kita masih sehat, selagi punya rezeki, apa salahnya kita mencari amal untuk di akhirat? Jadi bisa membangun kehidupan kita di akhirat dan membangun kesejahteraan untuk umat,” ungkap Mustafa HS (61), salah seorang wakif di Global Wakaf (GW). 

Pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini telah mewakafkan 110 ha tanahnya untuk dikelola oleh GW dengan penanaman serai wangi. Ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Mustafa terhadap kesejahteraan umat Islam. Ia berharap dengan wakaf yang produktif, perekonomian umat Islam dapat terangkat.
Perasaan peduli Mustafa terhadap umat Islam tidak terbangun secara tiba-tiba. Ada proses panjang yang ia lalui. Renungan kehidupan membuka mata hatinya untuk berjuang mengangkat martabat umat Islam saat ini. 

“Saya dari awal itu memang bergelut di bidang wirausaha. Dahulu pernah punya usaha yang mungkin kurang bermanfaat untuk umat. Lalu  lama-lama saya berontak, ini seperti bertentangan dengan nilai agama. Lalu saya tutup. Itu tahun 1981. Akhirnya saya bongkar lokasi usaha sebelumnya itu dan bangun pesantren. Baru bikin pesantren 1985, dekat daerah laut. Saya bikin panti asuhan juga. Lama-lama rezeki nambah terus. Berkah. Beda sama usaha yang sebelumnya, hasil banyak, tapi habis terus,” kenangnya.

Usahanya untuk berkontribusi terhadap Islam tidak berhenti sampai di situ. Ia kemudian juga membuka lahan perkebunan kelapa sawit, perkebunan aren dan lainnya serta rumah makan Padang. Usahanya semakin berkembang. Hasil-hasil usaha tersebut disalurkan untuk pembangunan pesantren dan panti asuhan.

Musibah datang melanda. Tahun 2005 tsunami memporak-porandakan pesantren dan menewaskan banyak anak didiknya. Namun, Mustafa kembali membangun pesantren dan panti asuhan di dekat Mesjid Agung Jabal Rahma di Calang, Aceh.

“Saya tidak menyangka rezeki Allah ini begitu besar. Sejak saya mengurus anak yatim dengan mendirikan panti asuhan pada 1998, rezeki dari Allah luar biasa besarnya. Rasanya nikmat bisa mengurus mereka, walaupun lelah pasti ada. Meski rasanya rezeki ini banyak sekali, saya hanya ingin hidup sederhana. Sisa harta yang ada biar untuk pengembangan yayasan,” lanjutnya haru.

Bertemu Global Wakaf

Allah pemilik hati kita semua. Hanya dalam rentang waktu kurang dari sepuluh menit berbicara dengan Ahyudin selaku Pembina Global Wakaf (GW), Mustafa langsung mewakafkan lahannya sebesar 10 hektar pada  April 2018 dan kemudian ditambah 100 ha lagi.  Sebelumnya Mustafa ingin berbisnis serai, namun akhirnya mewakafkan tanahnya yang terletak di Desa Lhok Geulumpang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya untuk dikelola GW. Kesamaan visi dengan GW untuk mewujudkan umat yang kuat dan mandiri menjadi salah satu alasan Mustafa mewakafkan tanahnya tersebut.

"Saya niat sekali mewakafkan tanah 100 ha itu. Silahkan Global Wakaf optimalkan supaya hasilnya bisa bantu-bantu korban krisis kemanusiaan atau bencana," ungkap Mustafa. Yang ia tidak sangka, sesaat setelah akad wakaf tersebut, dirinya diberitahu bahwa hasil pengelolaan wakaf serai juga dapat disalurkan kepada murid-murid yang sangat membutuhkan di pesantrennya.

"Sungguh, saat itu saya tidak menyangka kalau hasil wakaf bisa seluas itu. Saya tadinya berwakaf murni untuk bantu pengungsi di timur tengah atau korban bencana. Ternyata, murid-murid saya juga bisa merasakan manfaat tanah yang saya wakafkan. Alhamdulillah sekali," ungkap Mustafa penuh haru. 

Keikhlasan pria kelahiran Aceh Jaya ini untuk mewakafkan tanahnya membuahkan manfaat. Serai wangi yang sudah ditanam sejak Desember 2017 di 10 hektar lahan percobaan sudah bisa dipanen pada  awal Juli lalu dan memasuki proses penyulingan. Penanaman ini pun akan dilanjutkan di 100 hektar lahan lainnya. Hasilnya akan dijual agen maupun langsung ke Kota Blangkejeren.

Di panen selanjutnya, keuntungan yang didapat akan disalurkan untuk program-program kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) serta Yayasan Pesantren Al-Anshar yang diasuh oleh Mustafa.

“Setelah tanam dan panen saya sangat senang dan bersyukur kepada Allah. Alhamdulillah dengan keberadaan lahan-lahan wakaf beserta produknya, membuka lapangan pekerjaan bagi mereka yang tinggal di sekitar lahan-lahan tersebut. Karena wakaf mampu menjadi kekuatan ekonomi yang menyejahterakan dan memberdayakan umat,” pungkasnya.

Panen serai wangi dari lahan wakaf ini semakin menambah keyakinan Mustafa bahwa wakaf produktif dapat diwujudkan. Semoga keyakinan dan keikhlasan yang dimiliki Mustafa dapat menjadi contoh bagi kita semua. Keyakinan kembali menghidupkan wakaf sebagai pilar ekonomi yang hilang untuk peradaban umat Islam. []