Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, LOMBOK - Runutan bencana gempa yang mengguncang hampir seluruh wilayah Lombok menimbulkan dampak yang luas. Beberapa pekan terakhir kondisi ekonomi dan kehidupan warga Lombok lumpuh. Tingginya tingkat kebutuhan tidak sebanding dengan kemampuan membeli yang minim. Harga barang logistik pun menjadi mahal, juga ditambah persediaan yang nyaris langka.

Satu tekad dalam memulihkan ekonomi dan kehidupan warga Lombok, Aksi Cepat Tanggap melalui Global Wakaf akan membangun Desa Wakaf di beberapa wilayah Lombok. Jauh sebelum itu, Global Wakaf pun melakukan beberapa persiapan, salah satunya dengan melakukan inisiasi program berbasis penyediaan beras untuk memenuhi kebutuhan warga Lombok di tenda-tenda pengungsian. 


Sudah satu pekan lamanya, Global Wakaf setia membeli padi di petani-petani lokal terdampak gempa, utamanya mereka yang berada di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Tengah. Pasokan gabah itu nantinya akan masuk ke gudang huler milik Global Wakaf yang terletak di Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. 

“Sebelum masuk proses penggilingan, gabah akan dijemur terlebih dahulu. Minimal butuh waktu satu hari untuk mengeringkan gabah. Habis itu baru masuk mesin huller. Ada 3 mesin di sini, apabila sudah melalui ketiganya baru menjadi beras, lalu akan dikemas 10 kilogram per karung. Insya Allah, Global Wakaf akan memproduksi 1.000 ton beras dari inisiasi program Desa Wakaf ini,” papar Eka Setiawaty selaku Supervisor Program Desa Wakaf. 


Edukasi tentang Desa Wakaf di Lombok

Tak hanya mendirikan gudang huler, Global Wakaf juga telah mengadakan program inisiasi bernama Rembuk Desa, program pengenalan tentang bibit, pupuk, sarana dan prasarana. Termasuk penggunaan mesin huler kepada para calon pekerja Desa Wakaf yang akan berdiri dalam waktu dekat. 

Kegiatan Rembuk Desa berlangsung di Dusun Kapu, Desa Sama Guna, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Barat pada Sabtu (11/8) dan Munggi (12/8) kemarin. “Rembuk Desa ini bertujuan untuk melakukan pendekatan partisipatif kepada masyarakat yang nantinya akan turut mengelola Desa Wakaf,” jelas Eka. 


Rembuk Desa juga bertujuan untuk mempertajam analisis tim Global Wakaf mengenai data hamparan desa, baik vegetasi, satwa, bangunan, sebaran populasi, dan perkebunan. “Global Wakaf bersama para peserta juga menggali solusi dari kendala permasalahan seusai yang pernah dialami warga,” tambahnya. 

Upaya menggerakkan inisiasi program tersebut, sebab Global Wakaf akan mendirikan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) yang tercakup dalam Desa Wakaf. Upaya yang juga menjadi komitmen ACT untuk membangun kembali kehidupan dan ekonomi masyarakat Lombok. “Baru proses awal melakukan recovery, semoga kita bisa terus-menerus melakukan ikhtiar hingga optimal,” tutur Eka. []