Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, LOMBOK - Secara perlahan, program Desa Wakaf yang diinisiasi oleh Global Wakaf mulai menebar kebaikan, terutama bagi masyarakat korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Jumat (17/8), tepat di Hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia, sebanyak 7 ton beras dari gudang huler yang dikelola oleh Global Wakaf mulai di dipasok ke posko logistik PT. Hydro, perusahan wakaf di bawah naungan Global Wakaf Corporation. Dari posko ini, beras tersebut lantas diberikan kepada masyarakat terdampak gempa yang tinggal di sekitar gudang huler Global Wakaf.

“Alhamdulillah, program Desa Wakaf ini mulai memperlihatkan hasilnya. Untuk saat ini baru 7 ton beras yan didistribusikan. Hari ini kita beli lagi 8 ton beras petani di sini. Nantinya masih banyak lagi beras-beras yang akan dibagikan untuk saudara-saudara kita yang terdampak gempa Lombok,” ujar Eka Setiawaty selaku Supervisor Program Desa Wakaf.

Eka menyebut, pembangunan Desa Wakaf di Lombok sudah direncanakan sejak jauh hari. Tahapan pertama yang dilakukan tim Global Wakaf adalah membeli padi petani-petani lokal korban gempa, terutama yang berada di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Tengah. Gabah-gabah ini nanti akan masuk ke gudang huller milik Globak Wakaf yang terletak di Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah.

“Gabah-gabah yang kita beli dari petani terlebih dahulu dijemur, sebelum masuk ke proses penggilingan. Proses pengeringan gabah ini membutuhkan waktu minimal satu hari. Kemudian masuk ke mesin huller. Di sini akan diproses melalui tiga mesin, barulah menjadi beras dan siap untuk dikemas 10 gram per kilonya. Insya Allah, Global Wakaf akan memproduksi 1.000 ton beras dari inisiasi program Desa Wakaf ini,” terangnya.

Eka menjelaskan, program ini tidak hanya membantu para korban gempa, tetapi juga sebagai ikhtiar untuk memberdayakan para petani di Lombok. “Dengan membeli padi-padi petani dengan harga terbaik, secara langsung akan memberikan dampak positif bagi perekonomian mereka, karena tak dapat dipungkiri saat ini perekonomian masyarakat korban gempa Lombok sedang mengalami kesulitan,” ungkapnya.

Selain dari pendistribusian beras bagi korban gempa Lombok, Desa Wakaf juga membentuk program Rembuk Desa. Melalui program ini akan dilakukan pengenalan tentang bibit, pupuk, sarana dan prasarana, serta penggunaan mesin huller kepada para calon perkerja Desa Wakaf. Disamping itu, program ini juga bertujuan untuk mempertajam analisis tim Global Wakaf mengenai data hamparan desa, vegetasi, satwa, bangunan, sebaran populasi, dan perkebunan yang ada di Lombok.

“Sebelumnya Rembuk Desa sudah dilakukan di Dusun Kapu, Desa Sama Guna, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Barat pada Sabtu (11/8) dan Minggu (12/8) kemarin. Target selanjutnya kegiatan ini akan dirutinkan setiap selesai ba’da Isya yang akan diikuti oleh 15 orang masyarakat desa,” tutur Eka.

Sasaran selanjutnya yang ingin dilakukan oleh Global Wakaf adalah pembangunan Lumbng Pangan Masyarakat (LPM) yang tercangkup dalam desa wakaf. Dengan keberadaan LPM ini, diharapkan masyarakat Lombok, terutama para petani dapat hidup mandiri dan terbebas dari rantai tengkulak, seperti LPM yang ada di Blora, dimana LPM Blora tidak hanya memberdayakan petani tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru.


“Tujuan besar kita adalah memandirikan desa-desa yang ada di Lombok. Membangun perekonomian umat melalui Desa Wakaf dan memberdayakan petani dengan adanya LPM. Untuk saat ini kita fokus pada upaya recovery pasca gempa Lombok. Insya Allah ikhtiar kebaikan ini akan terus berlanjut,” pungkas Eka. []