Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, BLORA - Gempa dan tsunami yang menghancurkan Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) lalu, menyisakan rasa sedih bagi seluruh masyarakat Indonesia. Bantuan berdatangan dari berbagai arah, termasuk dari Global Wakaf - Aksi Cepat Tanggap melalui Lumbung Pangan Wakaf (LPW) yang berlokasi di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. LPW yang merupakan salah satu bagian dari program Desa Wakaf, saat ini sedang menyiapkan 1.000 ton beras yang akan dikirim untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Ikhtiar untuk membantu masyarakat Palu dan Donggala tampak dari keseriusan para pekerja LPW. Rabu (3/10) sian,g terlihat kesibukan para pekerja dalam menyiapkan 1.000 ton beras tersebut. Para pekerja yang didominasi ibu-ibu terlihat semangat dalam pengemasan beras-beras yang sebelumnya sudah diproses melalui mesin pengupas kulit padi, mesin pengering padi (dryer), dan mesin lainnya. Hasilnya, berkarung-karung beras tersusun rapi siap untuk diangkut menuju tempat pemusatan bantuan beras bernama Distribution Center (DC) yang terletak di Desa Sambong, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

“Beras-beras yang sudah dikemas ini terlebih dahulu diantar menuju DC yang menjadi pusat bantuan. Dari DC barulah kemudian beras-beras ini akan diangkut dengan sekitar 125 truk menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dari pelabuhan itu, beras-beras akan dilayarkan menggunakan Kapal Kemanusiaan menuju Palu,” ujar Yanto selaku Koordinator LPW.

Yanto menuturkan, truk-truk yang membawa 1.000 beras tersebut akan diberangkatkan sebelum Sabtu (6/10). “Ini dikeranakan Kapal Kemanusiaan yang berangkat dari Surabaya akan berlayar menuju Palu pada hari tersebut (Sabtu). Kita dan para petani sedang berusaha penuh untuk memberikan beras terbaik bagi saudara-saudara kita di Palu dan Donggala,” lanjutnya.

Di tengah gemuruh bunyi huler dan dryer, tampak para pekerja bersemangat melakukan pengemasan yang sudah dikerjaan sejak empat hari yang lalu sampai saat ini. Bagi mereka, sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bekerja sambil membantu saudara-saudara yang membutuhkan.

“Kita sangat senang ketika mendengar beras ini akan digunakan sebagai bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Semoga beras yang kita produksi ini memberikan kecukupan untuk kebutuhan pangan mereka dari kami yang bekerja di sini,” tutur Tono, salah seorang pekerja di LPW.

Tono sendiri sudah bekerja hampir 2 tahun di LPW. Ia sudah ikut berkontribusi dalam pengiriman ribuan ton beras untuk Suriah, Palestina, dan Lombok. Baginya, kehadiran LPW ini memberi warna baru bagi masyarakat Blora.

“Alhamdulillah, dengan bekerja di sini, kita ikut membantu saudara-saudara yang membutuhkan. Tidak hanya itu, kehadiran LPW juga membantu para petani untuk bebas dari para tengkulak karena dengan LPW beras-beras mereka dibeli dengan harga terbaik dan disalurkan untuk kebaikan juga,” terangnya.

Ucapan Tono diamini oleh Aryanto selaku penanggungjawab pemberangkatan beras menuju Palu dan Donggala. "1.000 ton bera diperoleh dari sekita 1.920-an ton gabah yang berasal dari 291 ha yang dimiliki oleh sekitar 1.056 petani yang berasal dari 4 desa di Cepu yaitu Desa Jipang, Desa Gadon, Desa Jibung, dan Desa Panolan," terangnya.

Ribuan ton beras yang dikemas oleh Tono dan pekerja lainnya akan bergerak menuju Surabaya. Melalui Kapal Kemanusiaan, bantuan tersebut diharapkan manggapai para korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

“Kapal Kemanusiaan ACT langsung menuju Palu, Sulawesi Tengah. Kapal berangkat dengan membawa 1.000 ton beras dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Lalu kapal juga mengangkut sekitar 500 ton logistik campuran dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, berupa kebutuhan dasar seperti selimut, tenda, genset, air minum, makanan bayi dan lain-lain,” papar Insan selaku Vice President ACT.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. "Bersama kita bantu layarkan Kapal Kemanusiaan. Indonesia bersama Palu dan Donggala," pungkas Insan. []