Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, JAKARTA – Bencana yang menimpa Sulawesi Tengah (Sulteng) lebih dari sepekan silam tidak hanya melahirkan duka mendalam. Bersamaan dengan duka yang muncul, gempa dan tsunami di berbagai daerah di Sulteng turut menyatukan empati masyarakat Indonesia. Semua bersatu membantu saudara setanah air di Palu, Sigi, Donggala, dan sekitarnya, yang diterpa krisis pascabencana gempa dan tsunami.       

Solidnya kolaborasi kepedulian tersebut terlihat pada acara Konser Kemanusiaan “Indonesia Bersama Palu, Donggala, dan Sigi”, Sabtu (7/10). Diselenggarakan atas kerja sama antara Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP - RRI), konser ini mampu menggerakkan empati dari berbagai kalangan, mulai dari musisi, publik, hingga pegawai RRI dari seluruh Indonesia.

Konser yang bertempat di  Gedung Auditorium Abdurrahman Saleh RRI – Jakarta ini menghadirkan musisi dan artis ternama seperti Dwiki Dharmawan Orkestra, SNADA, Iffy Alyssa, Iwan Abdie, Eros Djarot, dan Yossy P-Project.  

Perwakilan RRI daerah turut hadir di acara tersebut. Mereka tergugah untuk bersama menggalang kepedulian bagi korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi, Donggala, dan sekitarnya.

Menurut Direktur Utama LPP-RRI Mohammad Rohanudin, pihaknya telah menggerakkan perwakilan RRI di daerah untuk terlibat dan berkontribusi membantu korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala. Ajakan kebaikan ini disambut positif oleh kru RRI di seluruh Indonesia.

“Kami hadirkan mereka malam ini dan mereka turut mengajak insan peduli dari daerahnya masing-masing. Sehingga bisa menggalang kepedulian untuk membantu, korban bencana dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala. Alhamdulillah, perwakilan dari 65 RRI daerah di Indonesia hadir. Mudah-mudahan ini bisa memberikan yang terbaik buat korban bencana,” terang Rohanudin.   

Selain dari RRI daerah, hadir juga warga ibu kota yang ikut memeriahkan dan mendonasikan hartanya untuk korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala.     

Selama 3,5 jam, Konser Kemanusiaan “Indonesia bersama Palu, Donggala, dan Sigi” mampu menggerakkan kepedulian besar hadirin yang hadir. Hal ini terlihat dari besarnya donasi yang dihimpun, yakni Rp 1,1 miliar.

Yossy P-Project amat terkesan dengan tingginya antusiasme hadirin untuk membantu korban bencana di Palu, Sigi, dan Donggala. Menurutnya, ACT dan LPP-RRI mampu menggerakkan banyak sekali pekerja seni untuk berpartisipasi menggalang kepedulian. Semangat kebaikan ini menggerakkan lagi mereka yang hadir di konser kemanusiaan tersebut untuk berdonasi.    

 “Saya senang sekali bisa terlibat. Ini konser kemanusiaan yang luar biasa! Dalam tiga jam lebih, konsernya mampu mengumpulkan donasi lebih dari 1 miliar rupiah. Harapan saya tidak sampai di sini, dalam mengembalikan Palu, Sigi, dan Donggala ke kondisi yang lebih baik lagi,” ungkap Yossy.  

Sementara itu Senior Vice President ACT sekaligus Presiden Global Wakaf, N. Imam Akbari mengatakan, bencana di Palu dan sekitarnya ini merupakan ujian bagi bangsa Indonesia. Bencana ini menunjukkan seberapa besar kepedulian, seberapa hebat, seberapa kokoh bangsa Indonesia bisa menopang saudaranya yang tertimpa musibah.

“Dengan bahu kita yang kokoh, dengan punggung dengan tangan, kita bangkitkan semangat saudara kita untuk bisa menatap kembali masa depannya. Dan sesunguhnya bencana adalah stimulan ilahiah untuk titik tolak kebangkitan kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik lagi,” tegas Imam.

Imam pun meminta doa dan dukungan hadirin di acara Konser Kemanusiaan untuk terus membersamai korban bencana. Tidak hanya pada fase tanggap darurat saja, namun hingga fase pemulihan.   

“Mohon doa dan dukungannya termasuk yang digalang malam ini dan seterusnya. Saudara kita tidak hanya membutuhkan hari ini. Ketika masa tanggap darurat sudah dicabut, ketika evakuasi sudah dihentikan, maka pada saat itulah mereka akan merasakan sendiri, kesunyian. Mereka merasakan kehilangan orang yang di cintai, merasakan kehilangan harta benda yang bertahun-tahun telah lama mereka kerja keras mengumpulkannya,” ujar Imam.  

Imam menambahkan saat inilah momentum bangsa Indonesia untuk berdiri bersama, bergandeng tangan, dan menunjukan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang besar dengan gotong royongnya, bangsa yang besar kecintaan terhadap sesamanya, bangsa yang besar rasa persatuan dan kesatuannya.

Mohammad Rohanudin berharap hasil penggalangan dana konser amal yang diadakan oleh LPP RRI - ACT ini akan segera didonasikan kepada korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Dalam waktu dekat akan disalurkan kepada mereka, khususnya korban di Sigi, Donggala, dan Palu yang sangat membutuhkan. Sudah seharusnya kita akan terus membantu. Insya Allah penggalangan dana ini akan dilakukan sampai 3 bulan ke depan, " tegas Rohanudin.

 Ia berharap agar masyarakat di Palu, Donggala, Sigi, dan seluruh wilayah Sulawesi Tengah agar segera pulih dari segala trauma dan bangkit kembali. []