Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, MERAUKE - Panen raya yang ditunggu-tunggu pun datang. Senin (8/10) siang, di tengah terik matahari, beberapa petani Kampung Ivima-had, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke tampak sibuk berpanen raya. Mesin penggilingan padi berjalan bergerak melakukan penggilingan di lahan 5 ha milik Bahrum, salah satu penerima manfaat program Desa Wakaf yang dinisiasi oleh Global Wakaf. Panen raya kali ini menghasilkan sekitar 10 ton gabah basah.

“Ini merupakan panen lanjutan dari program Desa Wakaf. Sebelumnya, Rabu (3/10), kita juga lakukan panen raya di lahan seluas 10 ha dengan total Gabah Kering Panen (GPN) sekitar 11,55 ton. InsyaAllah pertengahan Oktober ini kita akan panen 18 ha lagi,” ujar Eka Setiawaty selaku Supervisor Program Desa Wakaf.

Panen di Desa Wakaf Merauke saat ini merupakan hasil penyemaian bibit yang dilakukan pada akhir Juli lalu. Program Desa Wakaf di Kampung Ivima-had ini sendiri sudah berjalan lebih dari 5 bulan. Berbagai pembinaan dan pendampingan terhadap petani terus dilakukan.

Secara perlahan petani setempat mulai menikmati keberadaan Desa Wakaf. Melalui program-program Desa Wakaf, petani mulai diberdayakan dan diberikan modal bantuan. Tujuannya untuk melawan sistem ribawi dan menghindarkan petani dari tengkulak. Sebelumnya, kehidupan petani di sana sangat memprihatinkan. “Kehidupan mereka gali lubang, tutup lubang. Bertani hanya menyambung nikmat, tidak menikmati. Kalau kekurangan modal, biasanya petani ini minjam ke pemodal yang dikenakan bunga. Beban hidup semakin berat,” ungkap Sutadi selaku Pendamping Program Desa Wakaf di Merauke.

Tidak hanya memberikan bantuan modal, Desa Wakaf juga memperhatikan kebutuhan rohani petani juga dipenuhi dengan pengajian rutin tiap minggunya. “Kita lakukan pengajian pekanan yang sudah dan sedang berjalan saat ini. Kita perhatikan kebutuhan rohani meraka dengan mendatangkan ustaz-ustaz. Sehingga para petani tidak hanya fokus menggarap sawah tetapi juga kebutuhan rohani mereka terpenuhi. Alhamdulillah, para petani merespon baik program kita ini,” pungkas Eka.

Keberadaan Desa Wakaf di Kampung Ivima-had diharapkan mampu menjadi sumber kebangkitan pangan di Papua. Dari sini, Desa Wakaf akan dikembangkan di daerah-daerah Provinsi Papua lainnya. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan semata tetapi juga memberdayakan dan mengankat kehidupan petani Papua, menyelamatkan meraka dari jeratan riba. []