Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, LOMBOK - Setelah meresmikan Warung Wakaf yang ada di Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat, Global Wakaf - ACT kembali meresmikan dua Warung Wakaf sekaligus, Rabu (31/10). Dua Warung Wakaf tersebut berada di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Beremi, Desa Babussalam, Kecamatan Gerung, Lombok Barat dan di Masjid Nurul Huda Benyer, Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur.

Peresmian ini dihadiri langsung oleh masing-masing pengurus Warung Wakaf. Di Ponpes Darussalam Beremi, acara tersebut dihadiri langsung Ketua Yayasan TGH Hardiatullah. Dalam sambutannya, Tuan Guru Muda ini menyampaikan terima kasih kepada Global Wakaf yang telah mempercayakan pengelolaan usaha ritel berbasis wakaf itu di pondok pesantrennya.

“Warung ini sesungguhnya berkah. Karena dengan adanya warung ini, siapa pun sekarang bisa berwakaf. Tak perlu harus memiliki tanah yang luas,” ujar TGH Hardiatullah.

Hal tersebut disampaikan, karena sistem Warung Wakaf dengan setiap pembeli yang berbelanja di warung tersebut, sudah terhitung sebagai wakaf. Sehingga, manfaatnya tak hanya sebagai sarana pemenuhan ekonomi semata, namun juga sarana ibadah warga.

Selain itu, dengan adanya warung ini, kebutuhan santri sekitar bisa terpenuhi dengan baik. Terlebih masyarakat sekitar yang memang belum memiliki warung lengkap di sekitarnya.

“Beberapa jamaah pengajian kami yang datang sekali seminggu, terkaget. Karena minggu sebelumnya belum ada warung. Tiba-tiba hari ini ada warung,” ungkap TGH Hardiatullah.

Ke depan, Lanjut TGH Hardiatullah, Warung Wakaf ini nantinya akan menjadi pusat ekonomi masyarakat sekitar pondok dan para santri. Hal ini mengingat di pondok tersebut terdapat 200 lebih santri yang mondok. Ia berharap warung tersebut tak hanya menjadi sarana ibadah dan ekonomi saja, namun juga sebagai ajang untuk berdakwah. Pasalnya, sebagian besar hasil pengelolaan Warung Wakaf diperuntukkan untuk pengembangan madrasah.

“Tentu warung seperti ini yang sangat kita idamkan. Yang dibangun atas dasar syariat Islam, sehingga Islam lebih jaya dari saat ini,” imbuh TGH Hardiatullah.

Hal senada disampaikan Kepala Cabang Global Wakaf - ACT NTB, Lalu Muhammad Alfian. Dalam sambutannya, Alfian menjelaskan bahwa kebangkitan umat bukan hanya dari dakwah dengan jemaah yang banyak, namun dari kebangkitan ekonomi umat yang mandiri. “Sudah saatnya kesejahteraan umat kita wujudkan dengan wakaf sebagai penggeraknya,” tutur Alfian.

Menurutnya, jika dana wakaf hanya selesai pada sarana ibadah dan lembaga pendidikan saja, maka kemajuan umat akan lambat. Oleh karena itu, Global Wakaf mengelola aset wakaf secara produktif dengan melibatkan masyarakat dalam prosesnya. Dengan demikian, wakaf tidak hanya membangun perekonomian, namun juga menggerakkan produktivitas umat. Terlebih Lombok dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid, di mana mayoritas masyarakatnya sudah tertanam nilai-nilai keislaman yang kokoh.

“Tinggal bagaimana kita mandiri dalam bidang ekonomi. Karena dasarnya kita sudah kuat, ke depan kami harapkan warung sejenis akan ada di setiap sudut pulau Lombok,” imbuh Alfian.

Sementara itu, Pendi Fathurrahman selaku Pengurus Masjid Nurul Huda Benyer, Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, mengatakan, Warung Wakaf yang dikelola langsung oleh pengurus masjid merupakan terobosan yang harus terus dipertahankan. Menurut Pendi, Warung Wakaf tak hanya untuk membangun ekonomi umat saja, namun juga untuk keberlangsungan masjid. “Sehingga dakwah terus berjalan karena sumber dana pembangunan masjid dari keuntungan warung ini. Tentu ini akan terus menghidupkan kegiatan-kegiatan di masjid,” ungkapnya.

Selain menyebar dakwah melalui ajakan berwakaf, Warung Wakaf juga sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Terutama untuk memperoleh barang belanja dengan harga yang murah. “Kan warung ini tidak akan menyaingi warung-warung kecil lainnya, malah akan membantu. Soalnya Warung Wakaf menyediakan harga grosir bagi warung kecil di sekitarnya,” tutup Pendi. []