Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, BANJARMASIN - Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat. Begitulah motivasi Rima Nur Anjani, salah seorang relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia Kalimantan Selatan (MRI Kalsel) ketika menjadi narasumber dalam acara Ngobrol Kemanusian di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Rabu (28/11). 

Rima, demikian ia kerap disapa, mengisahkan tentang pengalamannya selama menjadi relawan di lokasi bencana, seperti pada saat di Lombok dan Palu. “Dari pengalaman selama 3 minggu di Lombok akhirnya saya sadar bahwa menjadi relawan harus mampu menjadi siapa dan apa saja. Mulai urusan administrasi sampai soal logistik,” tuturnya. 

Salah seorang relawan lain yang juga menjadi pembicara, Alvina Rahmah, mengaku meski seorang perempuan, dirinya sempat juga mengangkat beras untuk dibawa ke sebuah desa. “Tidak ada akses jalan untuk mobil sehingga logistik haru s dibawa oleh masing-masing relawan,” kenang Alvina. 

Rima dan Alvina juga memiliki momen berkesan lain, di antaranya bagaimana para korban bencana masih mau berbagi di tengah himpitan musibah. Keduanya merasa terharu ketika ada salah seorang warga menyiapkan buah tangan untuk mereka. “Kami dikasih buah-buahan sama kerupuk,” ucap Alvina mewakili. 

Tak hanya mereka berdua, acara Ngobrol Kemanusiaan juga dihadiri dua jurnalis kemanusiaan Wahyu Ramadhan dari Radar Banjarmasin dan Ariyanto dari media daring beritabanjarmasin.com. Keduanya adalah wartawan yang turut melakukan peliputan gempa dan tsunami Sulawesi Tengah bersama ACT Kalsel beberapa waktu lalu. 

"Pengalaman menarik karena sangat berbeda dengan tugas liputan biasanya. Kota Palu, Sigi dan Donggala benar-benar hancur. Kita harus lebih banyak bersyukur," terang Ariyanto. 

Wahyu juga mengisahkan pengalaman mendalamnya pada saat berada di zona likuefaksi Balaroa. "Saya melihat warga Palu itu kuat. Di saat duka melanda, namun mereka semangat untuk bertahan dengan tetap bekerja," cerita Wahyu sembari mengenang perjumpaannya dengan seorang tukang ojek yang kehilangan anak istrinya saat likuifaksi terjadi.

Sekjen Badan Eksekutif Mahasiswa ULM Roy Prayoga pun mengapresiasi acara Ngobrol Kemanusiaan. Roy mengungkapkan, acara Ngobrol Kemanusiaan merupakan kegiatan positif yang harus didukung. “Semoga bisa menjadi motivasi para pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Terima kasih MRI-ACT Kalsel yang sudah mau menggandeng kami,” ujarnya. 

Sedang Penanggung Jawab Program Maulidi menjelaskan, acara Ngobrol Kemanusiaan digelar dalam rangka edukasi kemanusiaan melalui berbagi cerita dan pengalaman relawan serta warta ketika berada di lokasi bencana. Sehingga, kegiatan tersebut mampu membangun kepedulian warga Kalimantan Selatan, khususnya para pemuda.

“Insya Allah ke depan sudah ada beberapa kampus yang akan kami datangi,” pungkas Mualidi. []