Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, JAKARTA - “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai (yaitu) Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam”.

Itulah doa yang dipanjatkan Rasulullah dan dijawab Allah dengan masuk Islamnya Umar bin Khattab. Tak ada yang menyangka Umar akan masuk Islam. Bahkan Amir, salah seorang sahabat menyebutkan “Umar tidak akan memeluk Islam sehingga himarnya masuk Islam.”  

Begitulah gambaran bagaimana Umar sangat memusuhi Islam. Ia juga salah seorang yang ingin membunuh Nabi Muhammad. Namun, semuanya berubah ketika hidayah masuk ke hatinya. Umar yang terkenal keras melawan Islam berubah menjadi seorang sahabat yang sangat membela Islam, bahkan ia rela mewakafkan harta yang paling ia cintai untuk Islam.

Peristiwa wakaf Umar tersebut terjadi setelah pembebasan tanah Khaibar pada tahun ke-7 Hijriyah. Tanah yang ditumbuhi kurma tersebut sangat disukai oleh Umar bin Khattab karena subur dan banyak hasilnya. Namun, ia kemudian mendatangi Rasulullah dan meminta nasihat tentang apa yang harus is lakukan terhadap tanah tersebut. Rasul pun kemudian mengarahkan Umar untuk mewakafkan tanah itu.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, ia berkata “Bahwa sahabat Umar ra, memperoleh sebidang tanah di Khaibar, kemudian Umar ra, menghadap Rasulullah SAW untuk meminta petunjuk, umar berkata: “Hai Rasulullah SAW, saya mendapat sebidang tanah di Khaibar, saya belum mendapat harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku?” Rasulullah SAW bersabda: “Bila engkau suka, kau tahan (pokoknya) tanah itu, dan engkau sedekahkan (hasilnya), tidak dijual, tidak dihibahkan, dan tidak diwariskan. Ibnu Umar berkata: “Umar menyedekahkannya (hasil pengelolaan tanah) kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, hamba sahaya, sabilillah Ibnu sabil, dan tamu, dan tidak dilarang bagi yang mengelola (nazhir) wakaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik (sepantasnya) atau memberi makan orang lain dengan tidak bermaksud menumpuk harta.”

Praktik yang dilakukan oleh Umar bin Khattab merupakan salah satu bukti bagaimaan para sahabat sudah mempraktekkan wakaf produktif. Wakaf yang memberdayakan masyarakat, dengan pokoknya tetap terpelihara dan terkelola, sedangkan hasilnya diberikan untuk kepentingan umat. Umar pun memberikan contoh kepada kita semua bahwa sebaiknya harta yang diwakafkan adalah harta terbaik dan yang paling dicintai. Tak sampai disitu, ketika ia menjadi Khalifah, Umar kemudian mencatat wakafnya dalam akte wakaf yang disaksikan oleh para saksi dan kemudian mengumumkannya.

Kisah wakaf Umar inilah yang menjadi inspirasi dari lahirkan program Lumbung Pangan Wakaf (LPW) dan Lumbung Ternak Wakaf (LTW) yang dinisiasi oleh Global Wakaf sebagai nazir wakaf. Dengan mengedepankan profesionalisme, melalui program tersebut, Global Wakaf mencoba untuk menghidupkan wakaf produktif.

Hasilnya, melalui program LTW, puluhan kandang dengan ribuan hewan ternak dibangun di Kecamatan Cepu dan Kecamatan Sambong di Kabupaten Blora dengan mengelola 6.535 ternak dan telah memberdayakan 705 peternak. Adapun program LPW dibangun di Desa Jipang, Kecamatan Cepu dengan membantu lebih dari 2.000 petani dalam mengelola dan memasarkan hasil panen padi mereka.

Dengan LPW, para petani terbebas dari tengkulak. Ribuan ton gabah petani dibeli oleh Global Wakaf dengan harga terbaik bukan untuk mendapatkan keuntungan, melainkan untuk bantuan kemanusiaan dan masyarakat yang membutuhkan. Dari Blora 1.000 ton beras ke Somalia, 2.000 ton ke Bangladesh untuk pengungsi Rohingya dan 2.000 ton beras untuk Palestina. Ribuan ton beras juga dikirim untuk korban bencana dalam negeri seperti gempa Lombok serta gempa dan tsunami yang menghancurkan Palu dan Donggala.

Blora hanyalah salah satu contoh sukses dari praktek wakaf produktif yang dilakukan oleh Global Wakaf. Insparasi dari wakaf produktif Umar telah mendorong Global Wakaf untuk terus menggaungkan pentingnya wakaf produktif dalam pengelolaan yang profesional sehingga tujuan dari wakaf tersebut dapat tercapai, yaitu maslahat yang tak terputus. []