Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, PALU – Lebih dari seminggu sudah warga terdampak bencana alam gempa bumi dan likuefaksi di Palu menempati  Hunian Nyaman Terpadu (Integrated Community Shelter/ICS) Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga. Sebanyak 96 keluarga yang dulu tidak memiliki tempat tinggal, kini telah memiliki hunian untuk bernaung.

Semangat dan keinginan untuk hidup lebih baik pascabencana terpancar dari raut wajah para penyintas. Perjalanan mereka tentu tidak sendiri, sejumlah pihak masih terus peduli. Seperti yang dilakukan Unilever Indonesia bersama ACT, Selasa (27/11) lalu.

Dalam kunjungan siang itu, Unilever menyampaikan empati kepada korban bencana gempa di Palu sekaligus simbolisasi penyerahan bantuan sebagaimana komitmen Unilever untuk peduli dalam kemanusiaan selama ini. Direktur Kemitraan Strategis ACT Mukti menjelaskan, sejauh ini Unilever selalu mendampingi ACT hadir dalam fase-fase tanggap darurat.

 

“Setiap bantuan yang diserahkan Unilever telah diberikan di awal  berupa natura. Setiap emergency, unilever telah menyiapkan plotting bagi masyarakat terdampak bencana, kemudian mengirimkannya ke Indonesia Humanitarian Center di Gunung Sindur,” papar Mukti.

Sejalan dengan itu, Direktur Governance and Corporate Affair Unilever Sancoyo Antarikso menyatakan Unilever berusaha hadir mendampingi masyarakat Indonesia. “Dari beberapa kejadian seperti yang dulu terjadi di Aceh, Nias, dan Lombok, kami berusaha membantu dengan apa yang kami bisa lakukan bersama-sama. Terutama dengan Aksi Cepat Tanggap kami sudah berkolaborasi lama sekali. Mudah-mudahan kolaborasi ini lebih kuat lagi di kemudian hari,” ujar Sancoyo dalam sambutannya.

Kedatangan Unilever di siang itu semakin semarak dengan kehadiran Gelandang PS Tira asal Palu Rian Wiradinata. Kehadiran Rian menambah semangat dan keceriaan anak-anak penyintas gempa di ICS Duyu. Rian hadir untuk berbagi motivasi dan melatih serta bermain sepak bola bersama anak-anak. Tak kalah seru, Unilever juga membagikan ribuan es krim kepada anak-anak dan warga yang tinggal di ICS.

Kehadiran pihak-pihak yang terus berempati menjadi momen kebahagiaan tersendiri bagi para penyintas bencana. Hingga Senin (3/12), aktivitas di ICS Duyu, seperti dapur umum, salat berjamaah dan pengajian anak di masjid, taman bermain, dan sejumlah kegiatan kesehatan masih terus berlangsung. []