Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, GAZA – Enam puluh hari sudah Dapur Umum Indonesia Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Gaza memproduksi puluhan ribu makanan siap santap. Selama musim dingin ini, relawan ACT di Gaza menyiapkan nasi hangat dengan lauk sayur dan ayam. Paket pangan tersebut terus didistribusikan setiap harinya demi memastikan warga Gaza terbebas dari rasa lapar di musim dingin.

Akhir Desember 2018 lalu, Atfaluna Society for Deaf Children (ASDC) menjadi tujuan distribusi hari itu. Gedung itu adalah kantor sekaligus asrama dari organisasi masyarakat yang berfokus di bidang kepedulian anak-anak berkebutuhan khusus tuna rungu dan tuna wicara.

Setelah semua proses masak dan pengemasan selesai, relawan langsung bergegas membawa 1.000 paket makanan siap santap ke ASDC. Anak-anak di sana telah menunggu kedatangan para relawan. Mereka berkumpul di satu ruangan. Anak-anak duduk saling berhadapan di kursi dan meja yang disusun berderet. Ruangan itu riuh dengan tawa dan canda anak-anak yang menantikan nasi hangat.

“Terima kasih ACT, jangan tinggalkan kami!” ungkap sejumlah anak-anak dalam bahasa isyarat kepada relawan ACT.

Perjalanan hari itu berlanjut ke salah satu rumah sakit yang merawat lansia di wilayah Al Zahraa, juga di Panti Wreda di Gaza Utara. Jumat (21/12), troli makanan yang mengangkut makanan siap santap dari Dapur Umum Indonesia menyusuri lorong rumah sakit itu. Masing-masing paket dibagikan ke lansia yang tengah menjalani perawatan di sana.

“Kami berterima kasih atas kunjungan dan dukungannya. Ini bukanlah hal yang mengherankan bagi negara dermawan seperti Indonesia yang memperlakukan kami seperti rakyatnya sendiri. Kami sangat mengapresiasi dukungan dan bantuan ini,” ujar salah seorang kakek kepada relawan.

“Kami berterima kasih kepada ACT untuk kegiatan ini. Dan saya berharap ACT dapat terus membantu dan mendukung kami, orang-orang Palestina,” imbuh seorang lansia di Panti Wreda.

Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response melaporkan, sejak Oktober lalu, Dapur Umum Indonesia telah menjangkau 60.206 penerima manfaat. “Penerima manfaat adalah masyarakat yang tinggal di perumahan miskin atau kamp, rumah sakit, sekolah, rumah yatim, orang tua, anak-anak dengan kebutuhan khusus, dan difabel,” jelas Faradiba. []