Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, LAMPUNG SELATAN - Dua pekan usai tsunami melanda beberapa kawasan di Lampung Selatan, Selasa (8/1) Siti Khadijah kembali bersekolah bersama teman-temannya yang lain di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas. Namun, rasa sedih masih merundung anak bungsu dari ketujuh bersaudara ini. Pasalnya, hingga Selasa (8/1), ayah Khadijah, Rohani (70), masih dinyatakan hilang saat tengah mencari ikan di saat tsunami melanda. 

Menurut Amisyah (60), ibu dari Siti Khadijah, anak perempuannya itu masih sering menangis jika teringat ayahnya. Sejak 5 hari lalu sepulangnya dari pengungsian dan kembali ke rumahnya, Amisyah terus mengadakan pengajian sekaligus mendoakan agar suaminya segera ditemukan.

Kepada tim ACT, Khadijah menceritakan kejadian yang menimpanya ketika tsunami melanda. "Saat kejadian saya sedang menemani teteh (kakak perempuannya) di Dusun Pangkul, Desa Sukaraja, karena suami teteh malam itu melaut bersama ayah untuk mencari ikan. Waktu itu kami sedang nonton TV dan tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti rumah roboh. Kami keluar dan melihat warga berlarian sambil teriak 'ada tsunami'. Saya dan teteh langsung ikut warga untuk lari juga," cerita Khadijah.

Saat kejadian Khadijah langsung menangis karena ia kepikiran ibu dan neneknya yang masih berada di rumah. Ia juga teringat bapak dan kakak ipar yang sedang mencari ikan di laut. "Saya gak bisa ngomong apa-apa waktu itu. Bisanya cuma nangis aja. Alhamdulillah ibu dan keluarga yang lain selamat, kecuali ayah yang belum ada kabar sampai sekarang," lanjut Khadijah.

Sejak saat itu Khadijah dan keluarganya tinggal di pengungsian. Lima hari setelah kejadian, ia kembali ke rumah. "Kalau bapak memang masih hidup semoga cepat pulang. Kalau memang udah meninggal semoga cepat ditemukan," ungkap Khadijah.

Tim ACT berupaya meringankan beban kesedihan keluarga Khadijah dengan memberikan bantuan logistik pada Selasa (8/1). Bantuan tersebut disambut baik dan diterima langsung oleh keluarga Khadijah. 

“Alhamdulillah, hari kita sudah salurkan bantuan paket logistik  berupa susu, sirup, roti, paket sanitasi, teh, air minum dan kebutuhan pokok lainnya. Kita salurkan tidak hanya kepada keluarga Khadijah tetapi juga beberapa keluarga terdampak tsunami. Keluarga yang masih kehilangan orang tercinta meraka,” ucap Gelar, Komandan Posko Unit ACT di Desa Sukaraja.

Bantuan logistik tersebut diharapkan dapat meringankan beban Khadijah dan warga Lampung lainnya yang masih kehilangan keluarga mereka. []