Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, LOMBOK TENGAH - Empat tahun sudah Lalu Muhammad Amin menderita tumor mandikula yang menyerang bagian rahangnya. Awalnya, pria warga Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah ini mengira hanya sariawan biasa. Saat itu ia sedang bekerja di Malaysia sebagai Tenaga Kerja Indonesia. Sariawan yang tak kunjung membaik serta ketidaksanggupan menjadi TKI membuat Amin memutuskan untuk pulang ke Indonesia.

Ukuran tumor di rahang bagian kanannya kini sudah sebesar bola dan mengganggu aktivitas Amin sehari-hari. Untuk makan, bapak satu anak ini mengalami kesulitan karena tumornya sudah menutupi mulut. “Sering terasa sakit,” ungkap Amin.

Amin mendapatkan penanganan medis pertama kali pada 2014 di Rumah Sakit Umum Daerah NTB di Mataram dengan menggunakan fasilitas BPJS. Namun, selama empat tahun ini Amin jarang melakukan pemeriksaan, terlebih lagi menjalankan operasi. Pasalnya laki-laki yang berprofesi sebagai buruh tani ini bertempat tinggal jauh dari RSUD NTB, sehingga harus merogoh biaya transportasi tambahan setiap kali memeriksa kesehatannya di sana.

 

Sejak sebelum Ramadan 2018 lalu, Tim Mobile Social Rescue - ACT NTB memberikan pendampingan medis terhadap Amin. Setelah mendapat rujukan dari RSUD NTB di Mataram, Amin kini siap untuk menjalani operasi bedah di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar, Bali.

Romi dari Tim MSR - ACT NTB mengatakan, jika kondisi fisik Amin sehat dan siap, operasi tersebut akan dilaksanakan pada Senin (14/1) mendatang. “Kami membawa Amin ke Denpasar sejak Ahad (6/1) kemarin untuk mempersiapkan operasi pengangkatan tumor,” kata Romi, Kamis (10/1).

Amin merupakan salah satu keluarga pra-sejahtera di wilayah Lombok Tengah. Setelah menjadi TKI dan kembali ke Indonesia, Amin bekerja serabutan. Jika musim panen, ia dan istrinya menjadi buruh tani yang dibayar dengan padi, bukan uang. Sedangkan ketika belum memasuki musim panen, Amin menjadi buruh bangunan walau tumornya semakin besar dan terasa sakit.

 

Kini, Amin siap menjalankan operasi pengangkatan tumor agar tak semakin mempengaruhi keadaan fisiknya. Tim MSR-ACT yang telah menggalang dana sejak Juli 2018 telah mengumpulkan donasi hingga 200 juta rupiah lebih untuk biaya pengobatan Amin.

“Sekarang Amin sedang dirawat di Sanglah untuk menormalkan hemoglobinnya sebagai syarat dilakukannya operasi, sambil menunggu ketersediaan plat rahang di RSUP juga. Mohon doanya agar operasi berjalan lancar,” pungkas Romi. []