Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, BOJONEGORO - Berada di dataran tinggi sekitar 700 meter di atas permukaan laut, Desa Pajeng yang berlokasi di Kabupaten Bojonegoro menyimpan keindahan alam yang memukau. Pemandangan yang asri dikelilingi gunung, hutan, dan persawahan menjadikan Desa ini semakin indah. Untuk menggapai Desa Pajeng dari pusat Kabupaten Bojonegoro dibutuhkan satu jam lebih perjalanan menggunakan mobil.

Tidak seperti di kota, rumah-rumah di desa ini berjarak antar satu dengan lainnya dengan model rumah sederhana berdindingkan kayu. Namun, dibalik keindahan itu, Desa Pajeng masih menyimpan masalah sulitnya akses air bersih, sebagaimana yang dirasakan masyarakat Dusun Jiwo. Di dusun yang dikeliling oleh Gunung Mujo, Gunung Ngonga’, dan Gunung Kol ini, masyarakat masih harus berjuang untuk memperoleh air bersih untuk kehidupan sehari-hari.

Di dusun tersebut, hanya terdapat satu mata air yang terletak di lembah dusun. Untuk menggapai lokasi sumur itu, warga  yang tinggal di atas perbukitan harus turun ke bawah lembah dengan jalanan yang cukup curam. Kalau musim hujan melanda, jalanan menuju sumur menjadi licin.

“Masyarakat di sini benar-benar membutuhkan akses air bersih. Walaupun sumurnya ada, tetapi akses menuju ke sana lumayan. Bagi keluarga yang berada meraka pompa dan bikin pipa ke rumah mereka. Namun, bagi keluarga yang hidup pas-pasan, mereka terpaksa langsung ambil air ke sana. Dan mayoritas memang masyarakat tinggal di lereng pegunungan,” ujar Sunhaji Ghalib Mohammad Khalil selaku relawan Global Wakaf.

Demi memenuhi kebutuhan  sehari-hari seperti mandi, minum, dan untuk memasak, warga yang tidak memilki kendaraan terpaksa memikul jeriken berisi air bersih menuju rumah mereka. Sumur tersebut juga menjadi sumber mata air bagi Desa Pajeng ketika kemarau melanda.

“Tidak ada PAM yang masuk ke sana. Semuanya hanya bergantung pada sumur tersebut,” lanjut Gholib.

Tidak hanya untuk kebutuhan pribadi, masyarakat juga membutuhkan pengairan untuk Masjid Al-Fattah, masjid baru yang sedang mereka bangun sebagai pusat peribadatan masyarakat Dusun Jiwo.  Masjid yang terletak di tengah-tengah masyarakat Dusun Jiwo. Masjid yang sudah lama diidamkan oleh masyarakat karena masjid yang lama kondisinya sudah memprihatinkan.

“Mereka butuh untuk berwudhu dan MCK nantinya. Karena memang beberapa masyarakat tidak memiliki MCK bahkan ada yang buang air ke hutan. Oleh karena itu mereka butuh pipanisasi dari sumur yang berada di lembah ke tendon masjid yang berada di tengah dusun ini. Dari masjid nanti airnya didistribusikan ke rumah-rumah mereka. Begitulah harapan mereka agar tidak jauh-jauh lagi untuk mengambil air, cukup ke masjid saja,” ucap Gholib.

Dipo Hadi dari Tim Global Wakaf mengamini pernyataan Gholib. Menurutnya, selain mengalami kesulitan akses air bersih, masyarakatnya juga hidup dengan penghasilan yang pas-pasan. Melihat kondisi itulah, Global Wakaf berencana membangun Sumur Wakaf dalam bentuk pipanisasi. "Insya Allah, semoga dilancarkan, kita akan bangun pipanisasi dari sumur ke Masjid Al-Fattah karena masjid inilah yang dekat dengan akses pemukiman masyarakat, sehingga masyarakat Dusun Jiwo tidak susah lagi mendapatkan air bersih," terang Dipo. []