Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, GUNUNGKIDUL - Sudah sepekan lebih Idul Fitri berlalu. Hiruk-pikuk rutinitas kerja mulai mewarnai ruas-ruas jalan ibu kota dan pedesaan. Gedung perkantoran, toko-toko, pasar, hingga lahan perkebunan dan pertanian yang sempat lengang selama libur Lebaran kembali dipenuhi para pencari nafkah. Di pekan pertama aktivitas kerja, kantor ACT untuk wilayah D.I. Yogyakarta pun tak luput dari serangkaian agenda kemanusiaan. Silaturahim ke para penerima manfaat Program Wakaf Sumur menjadi agenda ACT D.I. Yogyakarta pada Selasa (4/7).

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan satu dari 17 provinsi di Indonesia yang telah menerima manfaat dari program ini. Sumur-sumur wakaf yang dibangun oleh wakif melalui Global Wakaf-Aksi Cepat Tanggap mengaliri wilayah-wilayah rawan kekeringan di Yogyakarta, utamanya adalah Kabupaten Gunungkidul.

Topografi Gunungkidul didominasi oleh area pegunungan yang dipenuhi dengan bebatuan gamping dan karst. Kondisi tersebut menjadikan air sangat sulit didapat di wilayah ini. Sumur-sumur dangkal tak lagi mampu mengeluarkan kuantitas air yang mampu mencukupi kebutuhan warga. Air bersih baru bisa didapatkan dengan penggalian sumur sedalam di atas 40 meter.

Sejumlah sumur dalam pun telah dibangun di Gunungkidul, terutama di titik-titik yang mudah dijangkau warga seperti masjid, sekolah, dan area sekitar pemukiman. Hingga kini, sudah ada tiga sumur wakaf yang dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari. Sumur-sumur tersebut terletak di Kecamatan Karangmojo, Kecamatan Ngawen, dan Kecamatan Semin.

Demi memastikan air dari sumur-sumur wakaf terus mengalir dan bermanfaat, Global Wakaf-ACT sebagai nazir wakaf senantiasa memonitor kondisi tiga sumur tersebut. Selasa (4/7) lalu, selain bersilaturahim dengan penerima manfaat Wakaf Sumur, GW-ACT juga menyempatkan mengecek kondisi seluruh sumur wakaf yang ada.

"Sudah menjadi kewajiban kami untuk terus menjaga keberlangsungan wakaf sumur yang diamanahkan kepada kami. Pengecekan lokasi wakaf ini kita lakukan rutin setiap 6 bulan sekali untuk memastikan amanah wakaf dari donatur terus bermanfaat dan mengalirkan pahala jariyah," jelas Agus Budi selaku Kepala Cabang ACT D.I. Yogyakarta.

Waginem salah seorang warga yang merasakan manfaat wakaf sumur di Desa Kampung, Kecamatan Ngawen mengungkapkan kebahagiaannya saat dikunjungi tim GW-ACT. Ibu paruh baya ini bersyukur sekali karena tidak perlu membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bagi keluarganya. Dengan sumur wakaf di dekat kediamannya, ia dengan bebas mengambil air bersih untuk keperluan sehari-hari.

“Alhamdulillah, sumur ini masih terus mengalir dan sangat bermanfaat bagi kami. Apalagi Lebaran kemarin saat sanak saudara banyak sekali yang datang. Sebelum dibangun sumur ini, kami sering membeli air saat Lebaran tiba,” ungkap Waginem.

Khusus untuk Provinsi Yogyakarta sendiri, GW-ACT telah membangun empat sumur wakaf. Tiga sumur di antaranya berada di Kabupaten Gunungkidul sementara satu lainnya berlokasi di Kampung Serangan, Kecamatan Ngampilan, D.I. Yogyakarta. Wilayah tersebut banyak didiami oleh masyarakat pra-sejahtera yang mana masih sulit untuk membangun sumur dan MCK karena keterbatasan finansial.

Setelah melihat langsung seluruh lokasi sumur wakaf GW-ACT di Yogyakarta, Agus mengungkapkan, keempat sumur tersebut masih dalam kondisi baik.

“Dari hasil pantauan kami, semua sumur masih mengalir dan dimanfaatkan oleh penduduk setempat,” ujarnya.

Agus juga menambahkan, satu sumur wakaf akan dibangun di Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Wilayah tersebut juga tak kalah dilanda kekeringan. Air bersih baru bisa didapat dengan menggali sumur dengan kedalaman sekitar 100 m.

“Insya Allah, dalam waktu dekat kami akan membangun sumur wakaf di Kecamatan Panggang, Gunungkidul. Mohon doa dan dukungannya,” tutupnya. []