Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, DENPASAR - Bisnis dan filantropi―dua unsur yang memainkan peranan penting dalam peningkatan kesejahteraan umat. Selama 12 tahun berkiprah, Aksi Cepat Tanggap selalu berikhtiar melahirkan program-program yang mampu memadukan filantropi dan bisnis. Demi memperluas multiplier effect yang dihasilkan, sejumlah kolaborasi pun dijalin. Salah satunya adalah kerja sama dengan Komunitas Tangan di Atas (TDA), sebuah komunitas yang memayungi sekitar 6000 perusahaan di Indonesia.

Selasa (24/7) lalu, kerja sama antara ACT dan TDA di bidang filantropi dan pengembangan masyarakat mulai diresmikan dalam acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) TDA 5.0. Peresmian kerja sama ini sekaligus menjadi komitmen TDA dalam ikhtiarnya untuk memperluas sinergi bisnis dan filantropi secara global.

Diselenggarakan di Denpasar, Bali, kerja sama tersebut ditandatangani oleh Syuhelmaidi Syukur selaku Senior Vice President ACT dan Presiden TDA Ahmad Baidillah Thariq Bara. Tidak hanya itu, acara ini juga dihadiri 210 perwakilan pengurus TDA di seluruh Indonesia.

Salah satu bentuk filantropi yang ditonjolkan melalui kolaborasi ini adalah program wakaf. Selaku Presiden Global Wakaf Corporation-ACT, Robbyantono menjelaskan bagaimana bisnis dapat memberikan manfaat yang meluas melalui program wakaf, khususnya Wakaf Uang dan Wakaf Saham.

“Program wakaf dari Global Wakaf ditujukan untuk membantu masyarakat umum dalam pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus dapat memberdayakan mereka sehingga lebih produktif dan berdaya,” tutur Robbyantono, yang turut hadir dalam Mukernas tersebut.

Ketika perusahaan mewakafkan uang ataupun saham di Global Wakaf-ACT, inti pokok kedua aset tersebut dipertahankan. Sementara itu, uang dan saham wakaf tersebut terus dioptimalkan pemanfaatannya melalui program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, aset wakaf tersebut senantiasa mengalirkan manfaat bagi mawquf alaih. Sehingga, amal jariyah wakif pun turut mengalir sepanjang masa.

Kepada peserta yang hadir, Presiden TDA Ahmad Baidillah Thariq Bara juga menyampaikan bagaimana wakaf akan mampu mendorong kapasitas perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam TDA. Melalui program Permadani (Perbantuan Modal dan Bisnis), ACT dan TDA akan mengajak para anggota TDA untuk berwakaf. Aset wakaf tersebut nantinya akan dioptimalkan untuk pengembangan bisnis-bisnis baru yang dijalankan oleh anggota TDA. Sehingga, perusahaan yang baru memulai usahanya mampu berkembang hingga level makro.

Konsep wakaf uang dan saham begitu menarik para pengusaha yang hadir kala itu. Sesaat setelah akad kerja sama ditandatangani, setidaknya ada lima perusahaan yang mewakafkan uang hasil usaha maupun saham perusahaan mereka.

Waqf Business Forum

Selain penandatanganan kerja sama, acara Mukernas TDA 5.0 juga melahirkan inisiasi Waqf Business Forum. Turut hadir dalam acara ini, Vice President ACT Ibnu Khajar mengungkapkan, forum tersebut akan memfasilitasi para anggota TDA dalam memahami wakaf lebih lanjut.

“Karena kunci utamanya adalah edukasi wakaf. Dengan memberikan pemahaman wakaf yang menyeluruh, kami berharap forum ini mampu meningkatkan kesadaran berwakaf para anggota TDA,” jelas Ibnu.

Ibnu menambahkan, Waqf Business Forum rencananya akan dirilis pada pertengahan Agustus mendatang. Forum tersebut nantinya akan menyapa 61 kabupaten/kota di mana seluruh perwakilan kepengurusan TDA berada.

“Melalui WBF, TDA ingin memberi semangat pada pengusaha bahwa wakaf mampu memberi berkah bagi bisnis yang dijalankan. Sehingga, usaha yang kita jalankan pun akan meningkat lebih cepat karena ada campur tangan Allah, Insya Allah,” tutur Maulana Agus, Direktur Badan Usaha TDA. []