Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, OGAN ILIR - Belum banyak perubahan yang terlihat di Desa Ibul Besar III, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Sejak kunjungan pertama Tim Global Wakaf - Aksi Cepat Tanggap di Desa Ibul Besar III pada Agustus 2017 lalu, sungai-sungai kecil yang mengaliri desa tersebut masih menampakkan kekumuhannya. Airnya sudah lama keruh, dampak dari kebiasaan warga sekitar yang melakukan aktivitas mandi, cuci, kakus (MCK) di sungai-sungai tersebut.

Namun demikian, satu perubahan kecil terpampang di salah satu area Desa Ibul Besar III. Sebuah fasilitas sanitasi sederhana baru saja rampung dibangun di RT 3 desa tersebut. Pembangunan fasilitas yang berupa sumur bor, MCK, dan tempat wudu ini seutuhnya ditopang dari dana wakaf melalui Program Wakaf Sumur. Rabu (25/1), sarana sanitasi tersebut resmi dibuka untuk umum.

Eka Hardianti dari Tim Wakaf Sumur - Global Wakaf Palembang menerangkan, inisiatif pembangunan sumur wakaf di Desa Ibul Besar III berawal dari kondisi warga yang amat membutuhkan air bersih. Minimnya akses terhadap air bersih bukan diakibatkan kekeringan, namun lebih kepada sumber air yang tidak layak konsumsi.

“Beberapa bulan lalu kami sempat mendistribusikan bantuan pangan di Desa Ibul Besar III. Lalu, kami lihat masyarakat di sana amat membutuhkan air bersih dan fasilitas MCK yang memadai. Untuk kebutuhan air harian, mereka biasa mengandalkan sungai terdekat. Namun, air sungai tersebut bau. Dan ketika surut, airnya sangat kotor,” jelas Eka.

Pertengahan November 2017, pembangunan sumur wakaf untuk warga Desa Ibul Besar III pun dimulai. Mengingat kondisi wilayah desa yang didominasi oleh rawa, tidak banyak titik lokasi pengeboran sumur yang layak untuk digali. Lokasi penggalian sumur juga didapatkan setelah melakukan peninjauan kadar keasaman tanah di wilayah tersebut. Untuk mendapatkan kualitas air yang bersih, teknisi sumur bor harus menggali tanah hingga kedalaman 20 meter. 

“Alhamdulillah, akhirnya teknisi kami mendapatkan titik gali yang pas, yaitu di RT 3, Desa Ibul besar III. Di sana, kualitas airnya bening dan bersih, tidak seperti di beberapa wilayah lainnya yang kondisi airnya berwarna kuning,” ungkap Eka.

Pembangunan sumur bor untuk sarana sanitasi tersebut disambut baik oleh warga Desa Ibul III. Mereka bahkan tak segan untuk bergotong-royong membantu penggalian sumur dan pembangunan sarana MCK selama hampir dua bulan lamanya. Para ibu rumah tangga ikut terlibat. Mereka membantu penyediaan konsumsi setiap harinya secara bergantian.

Ketika pembangunan sumur dan sarana MCK rampung, ratusan keluarga amat antusias untuk mulai menggunakan sarana sanitasi baru tersebut. Bagi mayoritas warga yang tidak memiliki MCK pribadi di rumah-rumah mereka, kehadiran MCK dan tempat wudu publik ini sangat dinantikan. Pasalnya, mereka tidak perlu lagi melakukan kegiatan MCK di sungai dengan kondisi air yang keruh. 

“Sebelum ada sumur bor, kita kadang ambil air untuk minum dan masak dari sungai. Lalu mandi, mencuci, sampai buang air besar pun di sungai. Yang repot itu ibu-ibu atau perempuan seperti kami. Kalau mau buang besar malam-malam, kami harus bawa kresek ke sungai. Alhamdulillah, sekarang udah ada sumur bor sama MCK dekat sini. Airnya bersih juga,” ungkap salah satu warga RT 3.

Fasilitas sanitasi yang terdiri dari dua MCK dan tempat wudu ini mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 120 KK di Desa Ibul Besar III. Sarana sanitasi tersebut menjadi wujud implementasi program Wakaf Sumur pertama di daerah Palembang. Hal ini diakui oleh Kepala Cabang Global Wakaf - ACT Palembang, Ardiansyah.

“Sumur tersebut merupakan wakaf dari wakif Yusuf Khalil Ihsan dan juga menjadi sumur wakaf pertama yang kami bangun di Palembang. Semoga sumur wakaf ini menjadi penggerak para wakif lainnya untuk turut serta membangun wilayah-wilayah pra-sejahtera, bak dalam bentuk wakaf sumur maupun wakaf lainnya. Karena seperti yang kita lihat, masih banyak daerah di Indonesia yang membutuhkan perhatian kita,” tutup Ardiansyah. []